KAROMAH MENGHIDUPKAN ORANG MATI.
Selasa 10 Sofar 1444 H / 6 September 2022 M.
KITAB FAWAIDUL MUHTAROH HB ZAIN BIN IBROHIM BIN SUMAITH.
KARAMAH MENGHIDUPKAN ORANG MATI.
1- Termasuk daripada karamah syekh Abdul Qadir Al-Jailani adalah bahwasanya ada seorang wanita bersama anaknya mendatangi beliau seraya berkata: "Aku telah melihat hati anakku ada ikatan batin yang kuat denganmu, dan aku merelakan hakku terhadap si anak ini untukmu". Lalu syekh Abdul Qadir menerima anak itu dan menyuruhnya untuk bermujahadah dan menempuh jalan (kepada allah). Pada suatu hari, sang ibu mendatangi sang anak, lalu si ibu mendapati si anak dalam keadaan kurus dan pucat yang disebabkan oleh rasa lapar dan tidak tidur malam, dan si anak hanya makan roti gandum. Lalu si ibu pergi dan masuk ke tempat Syekh, lalu si ibu ini pun melihat di depan. syekh Abdul Qadir terdapat ayam yang sedang dimakannya. Lalu si ibu berkata kepada syekh: "Wahai tuanku, Anda makan ayam sedangkan anakku hanya makan roti gandum?". Lalu syekh Abdul Qadir meletakkan tangannya pada tulang-tulang ayam seraya berkata: "Bangunlah wahai ayam dengan izin Allah!". Ayam itu pun hidup, lalu syekh Abdul Qadir berkata kepada si ibu: "Jika 9anakmu sudah menjadi seperti ini, maka boleh dia makan sesukanya". <Jami' Karamatil Auliya': 2/203>
2- Ada seorang Nasrani dan seorang Muslim sedang berkumpul. Si Nasrani berkata: "Nabi kami, Isa lebih utama daripada Nabimu". Si Muslim menjawab: "Nabi kami, Muhammad yang lebih utama". Syekh Abdul Qadir Al-Jailani melewati mereka dan mendengarkan perde batan keduanya, lalu beliau berkata kepada si Nasrani: "Kenapa kamu katakan bahwasanya Nabimu lebih utama daripada Nabi kami?" Si Nasrani menjawab: "Karena Nabi kami telah menyembuhkan orang yang buta dan menghidupkan orang yang sudah mati". Lalu syekh Abdul Qadir berkata: "Aku akan menghidupkan orang yang sudah mati padahal aku bukanlah seorang nabi, tetapi aku adalah salah seorang dari umat Muhammad". Maka pergilah syekh Abdul Qadir bersama si Nasrani ke sebuah tempat pemakaman, lalu beliau berdiri di atas sebuah makam yang telah rusak seraya berkata: "Ini adalah kuburan seorang penyanyi". Lalu beliau bertanya kepada si Nasrani: "Apa yang telah dikatakan oleh nabimu ketika akan menghidupkan orang yang sudah mati". Si Nasrani
itu pun menjawab: "Nabiku berkata kepada si mayyit: 'Bangkitlah dengan izin Allah!", Syekh Abdul Qadir pun berkata kepada si mayyit: "Bangkitlah dengan izin Allah!". Maka mayyit itu pun bangkit dari kuburnya dan si mayyit itu bernyanyi. <Tuhfatul Ahbab: 178>
3.Habib abu bakar Al-Adni pernah memasuki rumah orang yang lagi bersedih atas meninggalnya sang istri atau budak wanitanya. Lalu beliau pun menghidupkannya untuk orang itu. <Kalamul Habib Alawi bin Syihab: 1/303>
4.Suatu saat, Habib Ahmad bin Hasyim Al-Habsyi mendo'akan seorang anak dan memberikan kabar gembira kepada ibu anak tersebut dengan panjang umurnya sang anak. Lalu si anak itu pun sakit keras kemudian meninggal. Tatkala orang-orang membawa anak itu mengatai Habib Ahmad dan mencacinya, lalu Habib Ahmad bertanya: "Ada apa denganmu?". Si ibu menjawab: "Anakku telah meninggal, sedangkan Anda telah menjanjikan dan memberiku kabar gembira dengan panjangnya umur anakku". Habib Ahmad berkata: "Barang kali anak itu belum meninggal, dan orang-orang tidaklah mengetahui hal itu". Lalu si ibu berkata: "Masuklah, karena anakku telah diletakkan di tempat pemandiannya". Habib Ahmad masuk ke tempat itu, lalu beliau berdiri di sisi mayyit seraya berkata: "Sayyid Ahmad bin Hasyim (beliau melanjutkan dengan menyebut nasabnya sampai kepada Nabi) adalah seorang syarif keturunan Husain, seorang sunni akan menghidupkan mayyit ini dengan izin Allah". Lalu beliau melanjutkannya dengan berkata: "Bangkitlah dengan izin Allah!". Maka anak itu pun bangkit dan setelah itu si anak ini pun hidup dalam waktu yang lama. <Kalamul-Habib Ahmad as-Saqaf: 110>.
https://t.me/NGAJITERUS